Ternyata​ Pembukaan UUD 1945 Dibolak-balik. Bahaya Bagi Bersatuan.

Perikeadilan dan perikemanusiaan dengan sesuai tidak karena dihapuskan harus dunia diatas penjajahan maka, itu sebab oleh dan bangsa segala hak ialah itu kemerdekaan sesungguhnya bahwa.

Seperti ini lah hoax bekerja.
1. Judul agak bombastis (bahkan typo)
2. Isi kacau balau tak karuan
3. Mengejar klik atau hits sebanyak-banyaknya. Hehe blognya sepi gitu.
4. Pembaca sebenarnya (mungkin) sadar tulisan yang dibacanya itu ngaco dan tak jelas. Namun, saking fomo-nya, mereka tetap teruskan. Parahnya, tak hanya berhenti sampai meneruskan membaca. Mereka pun akan meneruskan distribusi tulisannya. Agar tak ketinggalan – congkaknya. Bangga menjadi orang yang paling pertama tahu, tanpa sadar ia memikul tanggung jawab terbesar untuk verifikasi (Tabayyun). Setidaknya sampai titik ini.

Kemudian yang menjadi perdebatan: mengapa kata-kata tak tersusun atau dipakai seperti seharusnya. Susunan dan penggunaan kata pakai atau tidak dipakai menjelma menjadi sangat penting beberapa bulan ini.

Kondisi diatas secara langsung menyebabkan beberapa dari kita, termasuk aink (saya) terserang penyakit buta huruf. Luput menggugat pernyataan “kemerdekaan ialah hak segala bangsa” yang menjadi substansi atas teks yang tersaji. Sementara kita tahu, Papua juga adalah bangsa (yang berhak merdeka).

Kalau paham saja tak mampu, bagaimana kita mau bersatu (jadian, hehe)?

Advertisements