Kau Tepati Janji

Waktu yang telah kau janjikan semakin dekat
Ini begitu lain
Asa ku yang menggebu, seperti terkikis
Keyakinanku seperti tertiup angin

Aku sangat bergetar kala itu
Aku merasa sangat ingin berlari

Perlahan, langkah demi langkah kau mendekat
Kemudian membawaku ke jalan memutar
Akupun megharapkan ketenangan itu

Tapi, tunggu dulu, aku takut
Aku takut detak jantungku akan terdengar
Ah sudahlah, tak perlu lagi malu, aku ingin dia mendengarnya

Lima lalu empat
Bibirmu justru semakin merapat

Empat lalu tiga
Kau menyebutkan namaku, akhirnya

Langkah mu terhenti
Apakah bermakna keraguan?
Tapi kenapa aku yang justru semakin meragu

Tiga lalu dua
Kau menepati janjimu semalam
Kau ulangi sebuah pertanyaan yang begitu menakutkan dan mengusik tidurku malam itu

Kau bertanya, apa kamu baik-baik saja?
Dua lalu satu

Ya, aku baik baik saja
Didalam lalu diluar
Dan seperti kemarin, kau berlalu

Tanpa senyuman, namun dengan sebuah jawaban

Jakarta, 14 Desember 2013

Dhuha Ramadhani

Advertisements

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.